Lompat ke konten

Kokohkan Karakter dan Kemandirian, MTs Al-Falaah Pandak Sukses Gelar Perkemahan Penggalang Ramu

  • oleh

Bantul (MTs Al-Falaah Pandak) – Suasana gembira dan penuh semangat tampak menyelimuti Bumi Perkemahan Banjaran, Guwosari, Pajangan, Bantul selama tiga hari dua malam (19-21 Mei 2026). Semangat itu terpancar jelas dari ratusan siswa kelas VII MTs Al-Falaah Pandak yang tengah mengikuti kegiatan Perkemahan Pramuka: Lomba Tingkat I dan Pelantikan Penggalang Ramu Pangkalan MTs Al-Falaah Pandak Gugus Depan 10009 – 10010.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi siswa kelas VII yang secara resmi dilantik menjadi Penggalang Ramu. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini dipandu langsung oleh pembina dan dibantu Dewan Penggalang (DP) dari siswa kelas VIII.

Kepala MTs Al-Falaah Pandak, Ashlihatul Lathifah, menyampaikan rasa bangga dan harapan besarnya terhadap penyelenggaraan perkemahan tahun ini. Menurutnya, kegiatan kepramukaan adalah wadah terbaik dalam menempa mental generasi muda.


“Perkemahan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan media nyata untuk menggali potensi dan mengokohkan karakter siswa. Kami berharap melalui kegiatan ini, lahir generasi penggalang yang mandiri, disiplin, berakhlak mulia, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selama berlangsungnya kegiatan, para peserta disuguhkan berbagai agenda yang padat dan menarik. Berbagai macam lomba kepramukaan digelar untuk menguji ketangkasan dan kekompakan antar regu. Tidak hanya itu, kreativitas dan kemandirian siswa juga diasah melalui kegiatan memasak tumpeng nasi kuning di area perkemahan.

Suasana petualangan semakin terasa saat memasuki malam hari. Para peserta mengikuti kegiatan jurit malam untuk menguji keberanian dan ketahanan mental. Sebagai puncak kebersamaan, suasana malam di Bumi Perkemahan Banjaran menjadi hangat dan syahdu dengan digelarnya upacara api unggun yang diikuti oleh seluruh peserta, pembina, dan panitia dengan penuh khidmat.

Waka Kesiswaan MTs Al-Falaah Pandak, Candra Dewi Sustyawati, menekankan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab yang diberikan kepada para siswa, baik peserta maupun panitia.


“Di sini kita melihat sinergi yang luar biasa. Didampingi kakak pembina, siswa kelas VII diuji mental dan keterampilannya, sementara para Dewan Penggalang belajar menjadi pemimpin jalannya acara. Langkah ini adalah simulasi organisasi yang sangat baik untuk melatih tanggung jawab mereka sejak dini,” jelasnya.

Rasa lelah sekaligus bangga terpancar dari raut wajah para peserta. Dzaki Faiz Ramadhan, salah satu siswa kelas VII yang mengikuti perkemahan ini, mengungkapkan kesan mendalamnya selama mengikuti kegiatan.


“Awalnya terasa berat, apalagi saat jurit malam, tapi ternyata seru sekali! Banyak lomba yang melatih kekompakan regu, dan seru bisa masak tumpeng nasi kuning bareng teman-teman. Pengalaman paling berkesan adalah saat momen upacara api unggun dan pelantikan, rasanya bangga bisa resmi menjadi Penggalang Ramu,” ungkap Dzaki dengan penuh semangat.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Kamis (21/05/2026), diharapkan nilai-nilai Dasadarma Pramuka yang didapatkan selama berkemah tidak luntur begitu saja, melainkan tetap tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari para siswa sekembalinya ke madrasah. (nrl/rini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get 30% off your first purchase

X